Aceh Tamiang – Humas : Dalam rangka mempromosikan adaptasi kebiasaan baru, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV (GOW) bersama satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang melakukan Gebrak Masker dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Hal ini juga merupakan salah satu instruksi dari Presiden Joko Widodo yang meminta meminta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) untuk turut membantu edukasi dan penguatan di tingkat keluarga.

Dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Aceh Tamiang Rita Syntia, ST, MM, Gebrak Masker berlangsung di Depan SPBU Alur Bemban Kecamatan Karang Baru dengan membagikan masker keapda pengguna jalan raya yang melintas, selain merupakan instruksi dari Presiden hal ini juga merupakan implementasi dari penerapan Perbup No. 30 Tahun 2020.

Kepada Tim Humas, Ketua TP-PKK mengatakan bahwa sejak awal Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, TP-PKK juga telah turut membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai hal-hal yang penting dilakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

“Kami, TP-PKK Aceh Tamiang telah melakukan berbagai macam sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat dan memberikan edukasi cara pencegahan penyebaran Virus Covid-19 melalui penyebaran brosur yang berisi cara Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19 serta menghimbau Masyarakat untuk menerapkan semua aturan pencegahan yang telah disosialisasikan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar tidak tertular Virus Covid-19,” terangnya.

“Saat ini kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir maka langkah selanjutnya yang harus kita ambil adalah beradaptasi dengan keadaan yaitu dengan selalu memakai masker saat bepergian keluar rumah guna menjaga diri dan orang lain agar tidak terkena Covid-19. Mari tumbuhkan kesadaran dalam diri untuk selalu melakukan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, jangan ada kata terpaksa untuk menjaga,” tuturnya kemudian.

Terakhir, ia menuturkan bahwa memiliki tantangan tersendiri dalam mendisiplinkan masyarakat agar mau mematuhi protokol kesehatan. Maka dari itu, strategi yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan bekerjasama dengan aparat kemanan seperti TNI, Polri, Satpol PP, dan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengikuti peraturan.