SIARAN PERS TENTANG PERPANJANGAN PENERIMAAN PERMOHONAN BEASISWA

OBITUARI UNTUK IKHSAN

 

 

SIAPAKAH yang bisa menolak ajal? “Ajal semakin akrab”, ujar Soebagio Sastrowadojo dalam salah sebuah puisinya, ketika ia berbicara tentang maut di saat usianya kian melanjut. Matahari akan direnggut malam, ditenggelamkan ke hulu sungai atau laut. Bulan pasti dihalau matahari. Bulan dan matahari barangkali berdampingan di belahan kutub bumi sebagai suatu kekecualian. Tapi ajal tidak mengecualikan siapa pun. Dalam menghadapi “ajal yang semakin akrab ini,” Chairil menjawabnya lantang, “Sekali berarti sudah itu mati.”