BUKA LOKAKARYA DAN BAZAR KOTAKU, WABUP PESAN INI

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST., didampingi Kepala Bappeda, Rianto Waris, menyaksikan penyerahan secara simbolis dana kolaborasi dari Kacab BRI Kualasimpang, Tarmizi, kepada perwakilan penerima manfaat Program Kotaku Kp. Kota Lintang, Selasa (08/10/2019), pada saat Pembukaan Lokakarya dan Bazar Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kab. Aceh Tamiang tahun 2019. [dok. Humas 2019]

 

Aceh Tamiang – Humas: Kolaborasi dan sinkronisasi program adalah suatu keniscayaan supaya proses pembangunan yang tengah berlangsung terintegrasi, dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Demikian ditegaskan Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin, ST., ketika membuka kegiatan Lokakarya dan Bazar Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (08/10/19). Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dan diselenggarakan di Aula Hotel Grand Arya Karang Baru.

Kolaborasi yang dimaksudkan Wabup ialah terintegrasinya program-program kerja kotaku dengan rencana penataan kecamatan kota kualasimpang yang juga tengah dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Tamiang. Wabup Insyafuddin mengatakan, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilaksanakan sebagai upaya untuk membangun platform kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan pada permukiman kumuh.

“Salah satu langkah yang dibangun dalam kolaborasi adalah dengan melakukan sinkronisasi berbagai program yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan terbangunnya kolaborasi maka akan terjadi keterpaduan antar sektor untuk bersama-sama bergerak mencapai sasaran pembangunan kawasan permukiman khususnya terwujudnya Kota Tanpa Kumuh pada tahun 2019,” jelas Wabup.

Diterangkannya, Penanganan kawasan kumuh tidak hanya menangani sisi infrastrukturnya saja tapi juga memerlukan berbagai program lainnya yang mendukung penanganan kawasan kumuh baik itu program sosial maupun program peningkatan perekonomian masyarakat. Pemberdayaan masyakarat melalui konsep Tridaya, yaitu daya lingkungan/infrastruktur, pemberdayaan bidang sosial untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat, termasuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dan kemudian, upaya peningkatan perekonomian masyarakat.

“Dengan demikian setelah selesai penanganan masalah kumuh di satu lokasi, tidak muncul lagi kawasan kumuh yang baru khusus di Kec. Kota Kualasimpang” harapnya.  

Pada kesempatan tersebut, Wabup Insyafuddin juga menyinggung upaya penataan Kota Kualasimpang atau revitalisasi kota. Beberapa kebijakan telah diambil antara lain; Rekayasa lalulintas di kawasan Kota Kualasimpang untuk menata arus lalu lintas di kawasan Kota Kualasimpang. Selanjutnya, kata Wabup, adalah upaya penataan pasar induk kota Kualasimpang yang selama ini kelihatan tidak tertata dengan baik, sehingga perlu ditata ulang, termasuk salah satunya menata parkir. Diungkapkannya, Pemkab telah merencanakan membangun gedung parkir yang memadai.

Kemudian, kawasan pasar buah di seputaran jembatan Kota Kualasimpang selama ini tidak tertata dengan baik, ternyata menambah kekumuhan kota Kualasimpang, dan karenanya pusat penjualan buah-buahan tersebut dipindahkan demi penataan kawasan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bappeda, Rianto Waris menerangkan, penetapan kawasan, di Kecamatan Kota Kualasimpang sebagai kawasan kumuh Aceh Tamiang. Keputusan ini tertuang dalam SK Bupati Aceh Tamiang No 889 Tahun 2019, dengan luas kawasan kumuh 80,46 Hektar. Dari kawasan kumuh tersebut hendaknya nanti dalam lokakarya dan bazar ini akan didiskusikan lagi proses penanganannya, sampai dengan sekarang, sehingga progres capaian setiap tahunnya dapat di ukur keberhasilannya.

Kegiatan Lokakarya dan Bazar Kotaku Kab. Aceh Tamiang 2019 diselenggarakan oleh Satker Pengelola Program Kotaku bekerjasama dengan Bappeda Aceh Tamiang. Dalam kegiatan, ada beberapa pokok bahasan yang sangat menarik untuk disimak oleh para pelaku maupun pemangku kepentingan terkait. Di antaranya, Kebijakan penanganan kumuh dan revitalisasi kawasan perkotaan kota kualasimpang, review kegiatan Kotaku dan upaya penataan kota, pembentukan forum kolabirasi dan penyusunan kesepakatan kolaborasi, serta peta jalan rencana tindak lanjut program.

Tampak hadir dalam pembukaan tadi, Anggota DPRK, Salbiah, Kepala Balai Permukiman Aceh, M. Yoza Habibie, sejumlah Kepala dan perwakilan SKPK terkait, Camat Kota Kualasimpang, Aulia Azhari bersama unsur Forkopimcam, para pimpinan Bank dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Mukim dan para Datok Penghulu dalam Kecamatan Kota Kualasimpang, para pejabat dan staf Bappeda, pejabat dan staf Satker Pengelola Kotaku Aceh Tamiang, serta sejumlah insan pers. [zuw]


Cetak   E-mail