SAFARI MAGHRIB TANJUNG LIPAT SATU, MURSIL AJAK WARGA PENUHI MESJID

Aceh Tamiang - Humas: Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH., M.Kn. bersama rombongan para pejabat di jajaran Pemkab Aceh Tamiang melaksanakan Safari Maghrib, di Dusun Menasah, Kampung Tanjung Lipat Satu, Kecamatan Bendahara, Selasa (10/9/2019).

Pada kesempatan itu, Bupati Mursil menyerahkan bantuan berupa alat listrik dan lampu emergency untuk menunjang kegiatan masjid dalam melaksanakan ibadah sholat berjamaah dan kegiatan ibadah lainnya.

Selaku pemimpin, kata Bupati, dirinya tak henti-henti mengingatkan masyarakat untuk terus berbuat baik dan melakukan perubahan yang lebih baik lagi. Terutama mepergunakan masa hidup untuk terus beramal ibadah.

"Kematian tiada yang tahu. Bagaimana tiba-tiba meninggal tanpa bekal amal ibadah?" katanya.

Untuk mengingatkan umat Islam, kata Mursil, Kepala Daerah akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT di akhirat nanti.

"Saya tetap terus mengajak kebaikan, walau ada yang kurang terima tidak masalah, karena ini wajib disampaikan," tuturnya.

Kepada Datok Penghulu dan perangkat Kampung Tanjung Lipat Satu, Bupati berharap mesjid yang ada agar dapat dipenuhi saat sholat berjamaah.

"Untuk masyarakat Kampung, Datok Penghulu dan perangkat wajib menyampaikan seruan sholat. Dan harus bisa memberikan contoh yang baik Kepada warganya," pinta Bupati Mursil.

Sementara itu, dalam Tausyiahnya, Ustadz Ilyas Mustawa, menyampaikan tentang pentingnya untuk memperingati 10 Muharram, sebagai pergantian tahun Islam tentunya dapat menjadikan perubahan yang lebih baik lagi. Ketua MPU Aceh Tamiang ini juga menyampaikan juga tentang 3 butir Ibrah,
Yakni yang disampaikan Jibril kepada Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi pelajaran penting. Di antaranya Muhammad, silahkan hidup sesukamu, tapi ingat akhir kehidupan yaitu mati. Oleh karena itu pergunakan masa saat ini hingga mendatang untuk bisa meraih perubahan terutama dalam melaksanakan amal ibadah.

Nasehat kedua, kekuatan yang harus dipertanggungjawabkan, sekecil apapun hubungan kepada Allah dan manusia.
Terakhir, Cinta yang tertinggi hanya kepada Allah kemudian Rasulnya, jangan terlalu mencintai makhluk atau benda/materi. Sebab semua itu akan dipisahkan dan ditinggalkan oleh kematian.

Turut hadir Sekretaris Daerah, Basyaruddin, Asisten Tata Pemerintahan, Mix Donal, Asisten Administrasi Umum, Adi Darma, sejumlah Kepala SKPK, Camat Bendahara, Fakhrurrazi S, Datok Kampung Tanjung Lipat Satu, unsur Forkopimcam Kec. Bendahara, para Imam, tokoh agama, dan masyarakat. [ind]


Cetak   E-mail