Aceh Tamiang - Humas: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendukung penuh mewujudkan Aceh sebagai Mayor Proyek Nilam Nasional. Tujuan tersebut juga di dukung oleh Tim Atsiri Research Center – Universitas Syiah Kuala serta Kedutaan Indonesia untuk Australia. Upaya tersebut sudah dilakukan Pemerintah di antaranya kunjungan Tim Atsiri Reseach Center – Universitas Syiah Kuala, Selasa, (14/9/21) ke kediaman Bupati Aceh Tamiang, di Pendopo - Kota Kualasimpang.

Kunjungan tim ARC Universitas Syiah Kuala ini bertujuan membahas tentang proses pengembangan dan pengolahan tanaman nilam Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam pertemuan itu, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn menuturkan, bahwa di Aceh Tamiang masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Berkisar ratusan hektar lahan yang belum digarap nantinya dapat dijadikan lahan untuk menanam nilam.

Menurut Bupati Mursil, jika tanaman nilam sudah dapat menghasilkan, nantinya dapat diangkut ke Banda Aceh guna proses pengolahan.

“Kemudian hasil Pengolahan nilam Aceh tersebut diharapkan kembali lagi ke Aceh Tamiang untuk dilakukan kemasannya, salah satunya, hasil olahan menjadi produk parfum,” kata Bupati.

Untuk persiapan lahan pengumpulan, sambung Bupati, areal Politeknik yang berada di Tualang Cut - Manyak Payed akan menjadi pusat pengumpulan tanaman nilam Aceh dari beberapa kecamatan yang berada di wilayah Aceh Tamiang sehingga mudah bagi Atsiri Research Center USK untuk melakukan pengolahan.

“Saya yakin melalui olahan produk ini nantinya kita dapat membuat UMKM Nilam Aceh, terbukanya lapangan kerja. Begitu juga hasil Nilam, sebesar 80% olahan nilam dapat diekspor, sedangkan 20 % dapat diolah menjadi produk lokal,” harap Bupati sembari mengatakan kenaikan harga nilam Aceh saat ini, sudah sangat menjanjikan kesejahteraan bagi petani nilam.

Hadir pada pertemuan tersebut Bupati, Sekda Asra, Kepala Bappeda, Rianto Waris, beserta sejumlah Kepala dan pejabat instansi terkait, Kepala Bank Aceh, perwakilan PT. Socfindo, PT. Pertamina, para Camat, Karang Taruna dan Petani Nilam.

Sebelumnya, rombongan tim yang terdiri dari satu orang Wakil Rektor II, Ketua LPPM dan Direktur Pusat Bisnis USK/Ketua ARC sudah melakukan kunjungan lapangan, untuk mempelajari dan mengkaji potensi pengembangan budidaya Nilam dalam skala luas dan Industri guna mendukung Penetapan Nilam di Aceh sebagai Mayor Projek Nilam Nasional.

Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Kedutaan Indonesia untuk Australia, Pengusaha Australia, Gubernur Aceh, DPTMP Aceh dan USK serta Bupati Aceh Tamiang bulan Agustus yang lalu. []