Aceh Tamiang - Humas : Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn membuka kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Kelembagaan Adat Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2021. Acara berlangsung di Aula Gedung MAA Aceh Tamiang tepat pukul 09.45 wib pada Rabu (23/06/21).

Bercerita tentang adat istiadat, dalam arahannya Bupati Mursil mengatakan, Kabupaten Aceh Tamiang saat ini terdiri dari banyak suku, yang akhirnya membuat adat dari suku asli Aceh Tamiang sendiri sudah sulit untuk ditemui.

"Aceh Tamiang ini sangat heterogen karena didalamnya banyak terdapat suku yakni, Gayo, Jawa, dan lainnya, sehingga sudah susah mencari adat yang benar-benar Tamiang," Ujarnya.

Bupati Mursil pun mengisahkan sejarah penyebab beragamnya suku di Aceh Tamiang, bahwa dahulu Belanda datang ke Aceh Tamiang untuk membuka perkebunan karena sedikitnya masyarakat di Aceh Tamiang, sehingga mereka mendatangkan berkapal-kapal orang dari daerah luar untuk berkerja di Aceh Tamiang. Inilah asal mula bercampurnya banyak suku di Aceh Tamiang. Selain Aceh Tamiang.

"Adat istiadat susah dibedakan mana yang asli Tamiang dan yang tercampur. Saya harapkan, pelatihan ini akhirnya akan menghasilkan adat khas Aceh Tamiang, lahirkan satu khas Aceh Tamiang agar dikenal dengan masyarakat luar bahwa ini milik Aceh Tamiang. Seperti bubur pedas yang dikenal dengan khas Aceh Tamiang," harapnya.

Selain menceritakan sekilas sejarah keheterogenan masyarakatnya, secara tegas Beliau meminta pada penyelenggara dan peserta agar fokus dalam menciptakan satu khas Aceh Tamiang seperti Terasi atau Presto Ikan Jurong dan bangkitkan lagi budaya Tikar Siao. Keputusan yang nantinya dihasilkan, akan ditindak lanjuti oleh ketua DPR dan Bupati yang menyetujui anggaran. Sebelum mengakhiri ia juga menyarankan agar dibuat beberapa alternatif pilihan yang akan menjadi khas Aceh Tamiang nantinya.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat MAA Aceh Tamiang selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa pelatihan pemberdayaan Adat ini merupakan program kerja MAA Aceh Tamiang. Selain itu juga sekaligus agenda silaturahmi Pimpinan Daerah dengan para Datok Penghulu Kampung di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia juga menjabarkan para peserta pelatihan sebanyak 50 orang yang terdiri dari seluruh Datok Penghulu Kampung yang baru dilantik. Dimana tujuan kegiatan pelatihan ini, untuk memperkuat peran dan fungsi peradilan hukum adat serta memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampung.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekretariat Provinsi Aceh, mewakili Kapolres Aceh Tamiang, mewakili Dandim 0117/Atam, ketua MAA Aceh Tamiang, Ketua DPRK dan anggota DPRK Aceh Tamiang, ketua MPU Aceh Tamiang, Ketua MPD Aceh Tamiang atau yang mewakili, Kepala Sekretariat MAA Aceh Tamiang, serta peserta pelatihan Datok Penghulu Kampung.