Aceh Tamiang - Humas : Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Bagian Humas Setdakab Aceh Tamiang meluncurkan program bertajuk "Bintang" Bincang Tamiang. Dimana program ini menyapa langsung masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang secara live streaming dengan mengangkat tema berbeda disetiap kegiatannya, setelah sebelumnya sukses dengan peluncuran pertama program Bincang Tamiang bersama Bupati Aceh Tamiang.

Pada kesempatan kali ini, Bincang Tamiang mengusung Tema Pengaktifan Kembali Operasi Yustisi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam agenda ini, Bagian Humas menghadirkan narasumber dari unsur Polres Aceh Tamiang yakni Kabag Ops Polres Aceh Tamiang AKP Syukrif I Panigoro dan AKP Agus Riwayanto Diputra, SIK, MH dan dipandu oleh Agusliayana Devita, S.STP, M.Si selaku Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, bertempat di Ruang Kerja Kabag Humas pada Selasa (12/01/21).

Dari hasil bincang-bincang tersebut, Kabag Ops Syukrif menyampaikan bahwa penerapan kembali operasi yustisi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang titik fokusnya kepada penyedia tempat kerumunan.

"Sebelumnya operasi ini telah dijalankan pada Bulan Desember 2020 lalu dan telah berhasil membuat Aceh Tamiang menjadi Zona Kuning yang mana sebelumnya dalam keadaan Zona Merah. Akan tetapi, sambungnya setelah Natal dan Tahun Baru operasi ini diberhentikan yang mana berakibat fatal dan Aceh Tamiang kembali pada zona orange," terangnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, inilah yang menjadikan Pemerintah kembali memutuskan melanjutkan operasi ini, sedangkan yang menjadi sasaran berkumpulnya masa ialah di kafe-kafe, untuk itu pemilik kafe dianggap yang paling bertanggung jawab selaku penyedia tempat.

Selanjutnya, Kasat Reskrim juga menambahkan bahwa tindakan dengan mengundang para pemilik kafe ini juga bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pembinaan bagi pemilik kafe.

"Adapun langkah pertama yang kami buat ialah meminta pemilik kafe membuat surat pernyataan yang menerangkan bersedia untuk menerapkan ptotokol kesehatan dengan menyediakan segala keperluan dan kebutuhan sesuai dengan protkes. Hal ini bertujuan agar kafe tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19," terangnya.

Dalam pada itu, ia juga meminta untuk kerjasama dari masyarakat dan para pemilik tempat-tempat yang membentuk kerumunan masa agar memperioritaskan protokol kesehatan dalam menjalankan usahanya.

Devi merincikan Perkembangan Data Covid-19 di Bumi Muda Sedia. Ia sampaikan, dalam sepekan tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Data perhari ini menunjukkan, bahwa pasien positif Covid-19 berjumlah 9 (sembilan) orang dan yang telah berhasil sembuh dari Covid-19 berjumlah 350 (tiga ratus lima puluh) orang.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meningkatkan imunitas tubuh.

Usai sesi Bincang Tamiang berakhir, kepada Tim rilis Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang menghimbau kepada masyarakat agar turut membantu Pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

"Segala program Pemerintah tidak dapat berjalan ketika tidak ada dukungan dari masyarakat. Maka dari itu mari sama-sama sedikit lebih peduli akan kesehatan diri kita dan juga sekitar kita dengan menjalan program Pemerintah 3 M, memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak," ujarnya.