Aceh Tamiang – Humas : Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Bagian Tata Pemerintahan Setdakab memfasilitasi pertemuan dengan Pertamina EP. Field Asset I Rantau dalam membahas Rencana Pengembangan Kawasan Istana Karang, bertempat di Ruang Rapat Bupati Aceh Tamiang pukul 14.00 wib, Senin (29/06/20).

Pada pertemuan ini Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn menyampaikan rencana pengembangan ini sudah lama dibahas bersama dan Pertamina Pusat pun telah mengeluarkan surat melalui Pertamina EP. Field Asset I Rantau bahwa Istana Karang boleh dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pengelolaannya pun, sambung Mursil sudah dianggarkan dari Program CSR Pertamina Pusat yang telah disisihkan untuk pemugaran terhadap Istana Karang.

“Alhamdulillah, saat ini pihak dari Pertamina Rantau sudah datang, mudah-mudahan ini pertanda baik, selain pemugaran Istana Karang, Pertamina juga mau membuat Junggle Track yang mana karena Covid-19 ini pembangunan menjadi sedikit terganggu. Saat ini kita sudah memasuki New Normal dan saya pikir akan banyak perkembangan baru,” ucap Mursil.

Selanjutnya Field Manager Asset I Pertamina Rantau Totok Farafianto mengatakan kedatangan ini, selain silaturahmi juga menyampaikan beberapa program CSR di Aceh Tamiang,  dan beberapa Program CSR akan tetap dilanjutkan diantaranya di Pusong Kapal yang akan dilakukan secara bertahap termasuk pengerjaan Istana Karang.

“Untuk konsepnya, pengembangan Istana Karang sudah kami buat, programnya sudah ada dan akan fokus ke Istana Karang dahulu,” ujar Totok.

Selanjutnya pemaparan konsep pemugaran Istana Karang yang disampaikan oleh CSR Staf Arsy Rakhmanissazly yang menjelaskan pihaknya  akan menyusun konsep dengan mengalihfungsikan Istana Karang menjadi Museum.

“Kenapa Museum, karena Museum Istana Raja Karang nantinya tidak hanya sekedar destinasi wisata semata. Museum ini memungkinkan adanya pertemuan unsur edukasi dan hiburan dalam satu tempat, pengunjung akan disuguhkan dengan beragam informasi edukatif yang interaktif, tentunya Museum Istana Raja Karang akan menjadi Edutainment Museum berbobot yang akan diminati baik anak-anak maupun dewasa, dan diharapkan dapat menjadi Icon Aceh Tamiang,” jelas Arsy.

Dijelaskan Arsy, nantinya Museum ini akan diisi dengan Sejarah Aceh Tamiang, Dimensi Kesejahteraan Istana Raja Karang, Geografi, Sosial, Artefak dan Arsitektur.

“Kami sudah bekerjasama dengan Korator Museum, dan untuk menciptakan Museum yang baik ada 3 aspek yaitu konten dari Museum, konektifitas antara Museum dengan audiensnya serta pengetahuan yang disajikan. Sehingga tidak serta merta hanya melakukan repitalisasi bangunannya saja tapi orang yang datang dapat menambah pegetahuan para pengunjung  tentang Museum ini, yang kemungkinan banyak masyarakat tidak mengetahui akulturasi budaya di Tamiang. Selanjutnya diseputaran Istana akan ada Wisata Kuliner, Tempat Bermain maupun Panggung Seni atau Lapangan Olahraga, Mushola dan juga Toilet. Ini adalah cita-cita kami yang ingin diwujudkan bersama Pemerintah Daerah dan juga seluruh Dinas,” jelasnya lagi

Menanggapi pemaparan yang telah disampaikan, Bupati Mursil sangat puas dan mengatakan konsep ini sangat bagus dan sangat dinantikan kehadirannya.

“Harapan saya, segera ada langkah-langkah karena masyarakat sudah tidak sabar melihat perubahan dari Istana Karang ini. Dan terima kasih kepada Pertamina karena sudah peduli dengan warisan budaya ini,” tutur Bupati

Hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Assisten Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, Kepala BPKD, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Karang Baru, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, serta mewakili Kepala Bagian Hukum.