Ketua Dekranasda, Dr. Rita Syntia Mursil (paling kanan) saat memberikan penjelasan kepada isteri Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga pengarah DWP KKP, Ernawati Trenggono, dalam kunjungannya kemarin ke Galeri Dekranasda Aceh Tamiang, Rabu (16/3/2022) siang. [dok. Humas 2022] 

 

Aceh Tamiang – Humas: Beranjak dari Pendopo Bupati, tujuan pertama kunjungan kerja isteri Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga pengarah DWP KKP, Ernawati Trenggono, di Aceh Tamiang adalah Galeri Dekranasda. Dalam pada itu, kunjungan Ernawati beserta rombongan disambut oleh Ketua Dekranasda, Dr. Rita Syntia Mursil dan para pengurus teras Dekranasda setempat, Rabu (16/7/22) siang kemarin. 

Begitu tiba, Ernawati Trenggono langsung disajikan produk unggulan Aceh Tamiang yang telah merambah pangsa pasar ekspor. Ada pun produk tersebut adalah udang windu dan ikan beku.

“Udang windu yang kita bekukan ini adalah udang yang masih segar. Segera begitu panen, udang kita sortir dan bersihkan, lantas kemudian dikemas dan dibersihkan. Begitu juga dengan ikan. Sementara, pasar produk ini mencapai Taiwan dan Korea Selatan,” ujar salah satu pengurus Dekranasda.

Sementara Rita Syntia turut memberikan penjelasan beberapa produk unggulan lainnya yang ikut didukung dan dibina oleh pihaknya. Beberapa di antaranya adalah, produk kerajinan lokal seperti kain songket tenun motif khas daerah, gula sawit, dan sejumlah penganan ringan lokal.

Rita kemudian menerangkan, Aceh Tamiang memiliki motif tenun songket terbanyak yang telah dipatenkan. Dari jumlah tersebut, beberapa motif kini tengah dikerjakan oleh para perajin untuk memenuhi permintaan pemesan, baik pesanan perorangan dan galeri toko.

“Sejauh ini sudah 25 motif tenun songket khas daerah yang kita patenkan. Beberapa motif saat ini tengah dikerjakan oleh perajin binaan kita untuk memenuhi pesanan yang ada,” ungkap Rita.

Rita melanjutkan, Songket motif khas Aceh Tamiang juga telah dikurasi dan masuk di galeri Sarinah Jakarta. Untuk pengembangan usaha, Rita menyebutkan, Dekranasda juga bekerja sama dengan Bank Indonesia  Cabang Lhokseumawe.

“Songket Aceh Tamiang juga telah dikurasi dan masuk di Sarinah Jakarta. Saat ini kami sedang menjaring perajin songket untuk mempertahankan tradisi dan budaya tenun songket, bekerjasama dengan Bank Indonesia Lhokseumawe,” pungkas Rita.

Sambil melihat langsung proses tenun songket di Workshop Galeri Dekranasda, Ernawati Trenggono menyampaikan apresiasinya kepada Rita, pengurus Dekranasda, serta perajin tenun yang ada. Menurutnya, peran dekranasda penting guna terus mendorong berkembangnya UMKM lokal.

Sekitar satu jam berada di Galeri Dekranasda Aceh Tamiang, Ernawati yang didampingi isteri Sekjen KKP, para isteri pejabat eselon 1 dan eselon 2 KKP rombongan turut menikmati makanan ringan dan minuman khas daerah Bumi Muda Sedia. Dari sini, rombongan kemudian bergerak ke lokasi klaster pengembangan udang vaname terintegrasi untuk melakukan panen parsial kedua.[]